PERKEMBANGAN TERBARU sengketa tanah adat eks transmigrasi Dumoga di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara kembali memperlihatkan satu pola lama yang berulang, di mana negara melangkah cepat ketika ingin melawan rakyat, namun berjalan lamban bahkan membisu saat diminta mempertanggungjawabkan putusan hukum yang telah inkrah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan telah mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan 455 ahli waris dari lima desa. Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala Biro Hukum Pemprov Sulut, Flora Krisen, melalui pesan WhatsApp kepada Zonautara.com pada Selasa, 21 Januari 2026.
Selengkapnya baca di: https://s.id/zrzD6
#dumoga
#transmigrasidumoga
PERKEMBANGAN TERBARU sengketa tanah adat eks transmigrasi Dumoga di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara kembali memperlihatkan satu pola lama yang berulang, di mana negara melangkah cepat ketika ingin melawan rakyat, namun berjalan lamban bahkan membisu saat diminta mempertanggungjawabkan putusan hukum yang telah inkrah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan telah mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan 455 ahli waris dari lima desa. Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala Biro Hukum Pemprov Sulut, Flora Krisen, melalui pesan WhatsApp kepada Zonautara.com pada Selasa, 21 Januari 2026.
Selengkapnya baca di: https://s.id/zrzD6
#dumoga
#transmigrasidumoga
...
Tim yang sangat kreatif. 👏👏 ...
Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Melonguane menggelar aksi demonstrasi pasca peristiwa penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum anggota TNI Angkatan Laut terhadap enam warga setempat. Demo berlangsung di area Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026) siang. Dari video yang beredar nampak terlihat aksi berujung ricuh, meski di lokasi aksi dijaga petugas dari Polri dan TNI.
Peristiwa ini bermula saat salah satu korban, Berkam Sawiduling yang juga seorang guru sedang memancing di pelabuhan Melonguane. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak yang diduha dalam keadaan mabuk. Korban kemudian menegur sambil merekam menggunakan ponsel. “Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap korban dikutip dari Manado Tribbun.
Akibat pemukulan terseburt, korban dilarikan ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk mempertanyakan tindakan oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru kembali memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan. Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.
Akibat serangkaian pemukulan dam penggeroyokkan tersebut, massa mendatangi Mako Lanal dan menggelar aksi yang berujung ricuh.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban.
Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.
Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Melonguane menggelar aksi demonstrasi pasca peristiwa penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum anggota TNI Angkatan Laut terhadap enam warga setempat. Demo berlangsung di area Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (23/1/2026) siang. Dari video yang beredar nampak terlihat aksi berujung ricuh, meski di lokasi aksi dijaga petugas dari Polri dan TNI.
Peristiwa ini bermula saat salah satu korban, Berkam Sawiduling yang juga seorang guru sedang memancing di pelabuhan Melonguane. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak yang diduha dalam keadaan mabuk. Korban kemudian menegur sambil merekam menggunakan ponsel. “Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap korban dikutip dari Manado Tribbun.
Akibat pemukulan terseburt, korban dilarikan ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk mempertanyakan tindakan oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru kembali memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan. Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.
Akibat serangkaian pemukulan dam penggeroyokkan tersebut, massa mendatangi Mako Lanal dan menggelar aksi yang berujung ricuh.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban.
Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.
...
Dua pekan lalu kami baru saja mempublikasi hasil liputan mendalam tentang konflik agraria di Dumoga yang sudah berlangsung puluhan tahun. Seluruh laporan liputan tersebut dapat dibaca di teras.id/zonautara-com.
Dalam podcast Obrolan Redaksi Zonautara.com edisi perdana ini, kami membahas bagaimana Tim Zonautara.com meliput topik ini selama kurang lebih 3 bulan.
Tayangan full episode podcast ini dapat ditonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=OFPlQoFakrs
Liputan tentang konflik agraria di Dumoga tersebut dan podcast ini merupakan bagian dari Program Independent Media Accelerator 2.0 (IMA 2.0) yang diinsiasi oleh TEMPO dengan dukungan International Fund for Public Interest Media (IFPIM) dan AMSI. Zonautara.com menjadi peserta program IMA 2.0 bersama 29 media lokal lainnya dari Aceh hingga Papua, selama dua tahun hingga 2027.
#obrolanterastempo
#zonautara_com
Dua pekan lalu kami baru saja mempublikasi hasil liputan mendalam tentang konflik agraria di Dumoga yang sudah berlangsung puluhan tahun. Seluruh laporan liputan tersebut dapat dibaca di teras.id/zonautara-com.
Dalam podcast Obrolan Redaksi Zonautara.com edisi perdana ini, kami membahas bagaimana Tim Zonautara.com meliput topik ini selama kurang lebih 3 bulan.
Tayangan full episode podcast ini dapat ditonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=OFPlQoFakrs
Liputan tentang konflik agraria di Dumoga tersebut dan podcast ini merupakan bagian dari Program Independent Media Accelerator 2.0 (IMA 2.0) yang diinsiasi oleh TEMPO dengan dukungan International Fund for Public Interest Media (IFPIM) dan AMSI. Zonautara.com menjadi peserta program IMA 2.0 bersama 29 media lokal lainnya dari Aceh hingga Papua, selama dua tahun hingga 2027.
#obrolanterastempo
#zonautara_com
...
Eh, beginikah? ...
Meski masih butuh penyempurnaan, tapi inovasi ini dapat membantu petani kelapa.
Meski masih butuh penyempurnaan, tapi inovasi ini dapat membantu petani kelapa. ...
CERITA DI BALIK LIPUTAN
Pada 2023, Tim Zonautara.com melakukan serangkaian liputan investigasi terkait perburuan dan perdagangan satwa liar. Salah satu hal yang dikejar dalam liputan ini adalah penyelundupan burung paruh bengkok dari berbagai wilayah di Indonesia ke luar negeri, terutama menuju ke Filipina.
Investigasi ini berkolaborasi dengan beberapa media yakni Tempo, Mongabay Indonesia, Jaring.id, Kalesang.id, dan Garda Animalia. Tim Zonautara.com bekerja di Sulawesi Utara untuk mengungkap jaringan penyelundupan dari Bitung, Sangihe ke Filipina.
Hasil liputannya dapat dibaca di: https://zonautara.com/2024/06/07/investigasi-paruh-bengkok-bagian-1/
#investigasi
#dibalikberita
CERITA DI BALIK LIPUTAN
Pada 2023, Tim Zonautara.com melakukan serangkaian liputan investigasi terkait perburuan dan perdagangan satwa liar. Salah satu hal yang dikejar dalam liputan ini adalah penyelundupan burung paruh bengkok dari berbagai wilayah di Indonesia ke luar negeri, terutama menuju ke Filipina.
Investigasi ini berkolaborasi dengan beberapa media yakni Tempo, Mongabay Indonesia, Jaring.id, Kalesang.id, dan Garda Animalia. Tim Zonautara.com bekerja di Sulawesi Utara untuk mengungkap jaringan penyelundupan dari Bitung, Sangihe ke Filipina.
Hasil liputannya dapat dibaca di: https://zonautara.com/2024/06/07/investigasi-paruh-bengkok-bagian-1/
#investigasi
#dibalikberita
...
Delapan orang terdakwa, yang terdiri dari Rifa Rahnabila, Arfan Febrianto, Azril Abi Maulana, Deni Ruhiyat, Rizki Fauzi, Yusuf Miraj, Shiddiq, Rifal Zahran dituntut terbukti bersalah dan melanggar pasal 45A Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).
Mereka dituntut pasal ini karena mengunggah postingan di media sosial mereka yang bernada emosional dan ofensif terhadap aparat kepolisian, ketika demonstrasi Agustus-September.
Dari delapan terdakwa, disita barang bukti berupa handphone. Ada juga terdakwa yang disita akun media sosial dan sim card-nya.
Delapan orang terdakwa, yang terdiri dari Rifa Rahnabila, Arfan Febrianto, Azril Abi Maulana, Deni Ruhiyat, Rizki Fauzi, Yusuf Miraj, Shiddiq, Rifal Zahran dituntut terbukti bersalah dan melanggar pasal 45A Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).
Mereka dituntut pasal ini karena mengunggah postingan di media sosial mereka yang bernada emosional dan ofensif terhadap aparat kepolisian, ketika demonstrasi Agustus-September.
Dari delapan terdakwa, disita barang bukti berupa handphone. Ada juga terdakwa yang disita akun media sosial dan sim card-nya.
...
Hal penting dalam bernegara yang jarang ditanyakan oleh kita.
Hal penting dalam bernegara yang jarang ditanyakan oleh kita. ...
Cagar Alam Panua di Gorontalo, salah satu kekayaan biodiversity kawasan Wallacea.
Remix dari @bksda_sulut
#jagawallacea
Cagar Alam Panua di Gorontalo, salah satu kekayaan biodiversity kawasan Wallacea.
Remix dari @bksda_sulut
#jagawallacea
...
Daratan Dumoga sering disebut sebagai kisah sukses pembangunan agraria di Sulawesi Utara. Kawasan di Kabupaten Bolaang Mongondow ini adalah lumbung pangan dan ruang hidup baru bagi ribuan eks transmigran era Pemerintahan Soeharto. Namun, di balik itu, tersimpan sejarah lain yang sering dilupakan orang: sejarah tentang tanah yang telah lebih dulu diolah, diwariskan, dan dipertahankan oleh masyarakat adat Mongondow jauh sebelum program transmigrasi hadir.
Sejak 1940-an, hutan Dumoga bukanlah ruang kosong. Wilayah ini dibuka secara kolektif melalui monalun, dipimpin sangadi, ditanami, dipajaki, dan dijaga sebagai bekal generasi mendatang. Relasi masyarakat dengan tanah bersifat sosial, adat, sekaligus administratif. Namun perubahan politik nasional, terutama setelah 1965, menggeser posisi warga adat dari subjek pengelola menjadi pihak yang diabaikan dalam kebijakan negara.
Pahami lini masa Jejak Pembangunan dan Ingatan Yang Terhapus di Dumoga, dengan membaca artikel lengkapnay di: https://s.id/timelinedumoga
#dumoga
#konflikagraria
#transmigrasidumoga
Daratan Dumoga sering disebut sebagai kisah sukses pembangunan agraria di Sulawesi Utara. Kawasan di Kabupaten Bolaang Mongondow ini adalah lumbung pangan dan ruang hidup baru bagi ribuan eks transmigran era Pemerintahan Soeharto. Namun, di balik itu, tersimpan sejarah lain yang sering dilupakan orang: sejarah tentang tanah yang telah lebih dulu diolah, diwariskan, dan dipertahankan oleh masyarakat adat Mongondow jauh sebelum program transmigrasi hadir.
Sejak 1940-an, hutan Dumoga bukanlah ruang kosong. Wilayah ini dibuka secara kolektif melalui monalun, dipimpin sangadi, ditanami, dipajaki, dan dijaga sebagai bekal generasi mendatang. Relasi masyarakat dengan tanah bersifat sosial, adat, sekaligus administratif. Namun perubahan politik nasional, terutama setelah 1965, menggeser posisi warga adat dari subjek pengelola menjadi pihak yang diabaikan dalam kebijakan negara.
Pahami lini masa Jejak Pembangunan dan Ingatan Yang Terhapus di Dumoga, dengan membaca artikel lengkapnay di: https://s.id/timelinedumoga
#dumoga
#konflikagraria
#transmigrasidumoga
...
"Kami hanya ingin hidup aman dan damai di tanah adat kami".
Menyala pak 🔥🔥🔥.
Papua Bukan Tanah Kosong!!!
"Kami hanya ingin hidup aman dan damai di tanah adat kami".
Menyala pak 🔥🔥🔥.
Papua Bukan Tanah Kosong!!!
...
Sign in to your account
